Thwaites Glacier di Antartika Diprediksi Akan Terus Mencair, Dampak Terhadap Kenaikan Permukaan Laut Ditingkatkan Menjadi 1,2 Inci

·oleh Henderson·Engineering
Thwaites Glacier di Antartika Diprediksi Akan Terus Mencair, Dampak Terhadap Kenaikan Permukaan Laut Ditingkatkan Menjadi 1,2 Inci
Poin Penting
  • Thwaites Glacier mungkin akan terus kehilangan es dalam beberapa generasi ke depan.
  • Kontribusi glacier ini terhadap kenaikan permukaan laut mungkin dua kali lipat dari estimasi sebelumnya.
  • Penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan untuk mengurangi pencairan laut sangat terbatas.
  • Para ilmuwan mengeksplorasi langkah-langkah intervensi untuk menstabilkan glacier dan mengurangi kerugian di masa depan.

Thwaites Glacier di Antartika, yang dijuluki "glacier kiamat", mungkin akan terus kehilangan es dalam beberapa generasi ke depan, meskipun laju pencairan di perairan laut tiba-tiba melambat. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa kontribusi glacier ini terhadap kenaikan permukaan laut hingga tahun 2100 mungkin dua kali lipat dari estimasi beberapa model sebelumnya. Temuan ini menyoroti dua tantangan terkait: perubahan di masa lalu telah mendorong glacier ke dalam keadaan penarikan yang mungkin sulit untuk dibalik, sementara model baru menunjukkan bahwa para ilmuwan mungkin telah meremehkan bagaimana air laut yang hangat mencapai dasar glacier.

Thwaites Glacier terletak di Antartika Barat dan merupakan salah satu sumber kehilangan es terbesar di wilayah tersebut. Jika glacier ini runtuh sepenuhnya, permukaan laut global dapat naik sekitar 65 cm (sekitar 26 inci), meskipun ini merupakan risiko jangka panjang dan bukan prediksi untuk abad ini. Kerentanan glacier ini sebagian disebabkan oleh cara ia berinteraksi dengan laut: sebagian besar es terletak di atas batuan dasar di bawah permukaan laut, sementara lapisan es terapung membantu mengatur kecepatan aliran es ke laut. Air laut yang relatif hangat dapat mencairkan bagian bawah lapisan es terapung ini, dan seiring dengan menipisnya lapisan es, resistensi terhadap es di belakangnya berkurang, memungkinkan glacier untuk mundur ke daratan dan menyediakan lebih banyak air ke laut.

Model Baru Menunjukkan Percepatan Penarikan Glacier

Penelitian yang diterbitkan pada 12 Oktober 2026 di jurnal Nature Communications menyelidiki bagaimana air laut meresap ke area transisi yang luas di mana glacier mulai mengapung. Para peneliti menemukan bahwa menggambarkan area ini sebagai beberapa kilometer lebar, bukan sebagai batas sempit, membantu model mereka mereproduksi penarikan dan penipisan yang diamati dari tahun 1996 hingga 2023. Dalam skenario iklim yang konstan, model tersebut memprediksi bahwa hingga tahun 2100, Thwaites Glacier akan berkontribusi hingga 30 mm (sekitar 1,2 inci) terhadap kenaikan permukaan laut global, yang merupakan sekitar dua kali lipat dari rata-rata prediksi awal.

Penelitian juga menemukan bahwa dalam beberapa simulasi, glacier ini mungkin akan mulai kehilangan stabilitas dari punggungan bawah air paling cepat pada tahun 2038.

Sebuah penelitian independen yang dipimpin oleh British Antarctic Survey diterbitkan di Geophysical Research Letters, mengeksplorasi skenario ekstrem: apa yang akan terjadi jika pencairan yang dipicu oleh laut sepenuhnya berhenti? Para peneliti menjalankan tiga model glacier independen, mensimulasikan selama 150 tahun. Dalam simulasi tersebut, glacier Pine Island yang berdekatan mulai menebal dan bergerak maju, tetapi Thwaites Glacier terus kehilangan es selama periode tersebut, meskipun dengan laju yang menurun. Hasil ini menunjukkan bahwa Thwaites masih merespons perubahan lingkungan di masa lalu.

Penarikan glacier ini telah mengubah bentuk geometris glacier dan hubungannya dengan dasar laut, yang berarti bahwa hanya mengurangi pencairan laut mungkin tidak dapat mengembalikan keadaan sebelumnya dalam skala waktu yang panjang.

Pentingnya Mengurangi Emisi

Penting untuk dicatat bahwa skenario tanpa pencairan adalah eksperimen pemodelan ekstrem, bukan prediksi yang realistis. Penelitian ini tidak menetapkan bahwa setiap perubahan di masa depan adalah tidak dapat dibalik, atau bahwa Thwaites harus mempercepat menuju keruntuhan total. Saat ini tidak ada teknologi yang teruji yang dapat mengembalikan Thwaites Glacier ke keadaan historisnya. Temuan terbaru menunjukkan dua prioritas: mengurangi pemanasan yang memicu pencairan laut, dan mempersiapkan kemungkinan kenaikan permukaan laut yang sulit dihindari. Mengurangi emisi gas rumah kaca tetap sangat penting, karena pemanasan laut yang berkelanjutan dapat memperburuk kehilangan es yang sudah dimulai.

Para peneliti dari British Antarctic Survey menekankan bahwa jika emisi tidak dikurangi, kerugian di masa depan mungkin akan meningkat. Para ilmuwan juga mengeksplorasi langkah-langkah intervensi yang lebih langsung, termasuk tirai laut, yang bertujuan untuk membatasi aliran air hangat mencapai lapisan es yang rentan, serta proposal lain untuk menstabilkan glacier. Bagi komunitas pesisir, dampak ini melampaui Antartika. Kenaikan permukaan laut meningkatkan risiko banjir, erosi, dan kerusakan akibat gelombang badai, bahkan jika emisi menurun, perencanaan adaptasi menjadi semakin penting. Glacier kiamat bukanlah hitungan mundur untuk satu peristiwa bencana, tetapi peringatan bahwa perubahan pada lapisan es terbesar di Bumi mungkin terus berlanjut bahkan setelah kondisi pemicu membaik.

Para ilmuwan mungkin tidak dapat membalikkan semua kehilangan es yang telah dimulai, tetapi membatasi pemanasan lebih lanjut masih dapat mempengaruhi tingkat kehilangan es di masa depan, serta besarnya kenaikan permukaan laut yang akhirnya terjadi.

Masa Depan Thwaites Glacier dan Dampak Global

Pencairan terus-menerus Thwaites Glacier semakin jelas dampaknya terhadap kenaikan permukaan laut global. Dengan penelitian yang menunjukkan bahwa kontribusinya mungkin telah diremehkan, ini menuntut manajemen risiko yang lebih tinggi bagi komunitas pesisir. Meskipun ada tantangan dalam mengurangi pencairan laut, para ilmuwan tetap mencari langkah-langkah intervensi yang efektif untuk menstabilkan glacier. Ini bukan hanya peringatan untuk Antartika, tetapi juga cerminan dampak perubahan iklim global, menekankan urgensi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

H
Tentang penulis
Henderson