- Kecepatan pencairan Thwaites Glacier lebih cepat dari yang diperkirakan, yang dapat menggandakan dampaknya terhadap kenaikan permukaan laut.
- Keruntuhan glacier ini dapat menyebabkan kenaikan permukaan laut global sekitar 65 cm.
- Para peneliti menggunakan model baru yang mempertimbangkan "area kontak" yang lebih luas untuk merekonstruksi perubahan glacier.
- Meski emisi gas rumah kaca berkurang, permukaan laut tetap akan terus naik akibat perubahan iklim.
Para peneliti mengeluarkan peringatan baru mengenai Thwaites Glacier di Antartika, menyatakan bahwa kecepatan pencairan glacier tersebut "lebih agresif daripada yang dipahami sebelumnya," dan dapat berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut global dua kali lipat dari perkiraan saat ini. Glacier yang luasnya setara dengan negara bagian Florida ini, sering disebut sebagai "glacier kiamat," terletak di salah satu daerah yang paling sulit dijangkau di Bumi, dan biasanya menyumbang sekitar seperempat dari kenaikan permukaan laut tahunan global. Thwaites Glacier memiliki luas sekitar 74.000 mil persegi, dan jika sepenuhnya runtuh, akan melepaskan cukup es untuk menyebabkan kenaikan permukaan laut global sekitar 65 cm.
Setiap kenaikan 1 cm, sekitar 6 juta orang di seluruh dunia akan menghadapi ancaman banjir pesisir.
Model Baru Mengungkap Perubahan Glacier
Peringatan ini berasal dari penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of California, Irvine dan Jet Propulsion Laboratory (NASA), di mana para peneliti mengembangkan model es untuk lebih memahami perubahan Thwaites Glacier. Penelitian ini memprediksi bahwa glacier tersebut dapat menyebabkan kenaikan permukaan laut global hingga 30 mm sebelum tahun 2100, bahkan tanpa pemanasan iklim lebih lanjut.
Para peneliti mencapai kesimpulan ini dengan memperbarui model komputer Thwaites untuk mempertimbangkan "area kontak" yang lebih luas daripada "garis kontak" yang digunakan secara tradisional, yaitu batas sempit dan relatif stabil di mana es meninggalkan daratan dan mulai mengapung di permukaan air. Model yang direvisi ini merekonstruksi perubahan glacier dari tahun 1990-an hingga sekarang, menunjukkan perubahan yang empat kali lebih besar daripada yang ditangkap oleh model tradisional. Penulis utama penelitian, Mattia Poinelli, menyatakan: "Para ahli glacier telah lama memperkirakan dinamika es berdasarkan 'garis kontak.'
Kami telah menyadari bahwa ada struktur yang berbeda di bawah glacier di tepi laut utama Bumi. Observasi satelit menunjukkan adanya 'area kontak' yang kadang-kadang lebar hingga beberapa kilometer, di mana air laut yang hangat mengalir ke bawah es, menyebabkan pencairan yang dramatis."
Tim peneliti dari University of California, Irvine menggunakan data radar sintetik dari konstelasi satelit ICEYE Finlandia untuk mengkalibrasi model es dengan lebih dari 20 tahun data observasi, memungkinkan mereka mendeteksi fluktuasi kilometer di area kontak sepanjang jalur utama Thwaites.
Air Hangat Mempercepat Pencairan Glacier
Data menunjukkan bahwa air laut yang hangat mengalir di bawah glacier sejauh beberapa kilometer, mengangkat posisi es selama siklus pasang surut, dan menyebabkan pencairan dari bawah. Para peneliti menemukan bahwa proses ini juga mempercepat pemisahan glacier dari punggungan stabil, menyebabkan es mengalir dan memburuk lebih cepat. Perubahan iklim telah mengubah arus laut yang mengalirkan air hangat ini ke Antartika.
Poinelli menunjukkan: "Jalur utama Thwaites saat ini stabil karena punggungan Mouginot. Begitu punggungan ini terlepas, glacier akan terus mundur, melintasi dasar laut yang sebagian besar miring, menuju titik tinggi berikutnya, yaitu punggungan selatan." Simulasi menunjukkan bahwa dengan mempertimbangkan area kontak yang lebar antara 4 hingga 6 kilometer, diperkirakan ada 60% kemungkinan glacier akan terlepas dari punggungan Mouginot pada akhir abad ini.
Poinelli menyatakan: "Prediksi saat ini sebagian besar tidak dapat mencocokkan kecepatan kehilangan massa, karena kurangnya faktor fisik; sementara model baru kami mempertimbangkan faktor fisik yang lebih lengkap, mampu mencocokkan catatan, dan menghasilkan prediksi yang dua kali lipat dari sebelumnya. Hasil ini memperkirakan bahwa risiko dan tingkat paparan banjir pesisir akan lebih besar dalam beberapa dekade mendatang." Para peneliti memperingatkan bahwa meskipun emisi gas rumah kaca berkurang, permukaan laut global akan terus naik akibat kerusakan yang disebabkan oleh perubahan iklim. Penelitian ini diterbitkan di jurnal Nature Communications.
Dampak Pencairan Thwaites Glacier Terhadap Permukaan Laut
Kecepatan pencairan Thwaites Glacier yang melebihi ekspektasi menunjukkan potensi ancaman perubahan iklim terhadap kenaikan permukaan laut global. Penelitian ini menekankan bagaimana aliran air hangat di bawah glacier mempercepat proses pencairan, penemuan yang sangat penting untuk prediksi permukaan laut di masa depan. Dengan stabilitas glacier yang terancam, risiko banjir di daerah pesisir akan meningkat secara signifikan. Penelitian ini tidak hanya memberikan model prediksi baru, tetapi juga menekankan bahwa bahkan dengan pengurangan emisi, dampak perubahan iklim akan terus berlanjut, mengingatkan kita akan pentingnya perlindungan lingkungan.

