UiPath merilis laporan berjudul "Beyond the Bot: Mengorkestrasi Perusahaan Berbasis Agen" pada 11 September 2026, yang menyelidiki secara mendalam tentang status implementasi dan koordinasi bisnis dalam kecerdasan buatan (AI) berbasis agen. Survei global ini mencakup 590 responden dari jajaran eksekutif C-level dan profesional IT di perusahaan besar, dan hasilnya menunjukkan bahwa meskipun banyak perusahaan telah menyelesaikan uji coba konsep awal, sebagian besar masih terjebak dalam fase pilot dan kesulitan untuk memperluas penerapan AI ke seluruh organisasi.
Tantangan yang Ditunjukkan oleh Hasil Survei
Hasil survei menunjukkan bahwa kurang dari sepertiga (31%) responden menyatakan bahwa AI telah sepenuhnya terintegrasi ke dalam operasi bisnis mereka. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa hanya 35% perusahaan yang telah mengadopsi AI secara terbatas dalam tim tertentu, sementara 11% masih dalam mode pilot, melakukan eksperimen terbatas. Khususnya di Hong Kong, ketika regulator keuangan memperluas program "GenA.I. Sandbox++" lokal, perusahaan menghadapi tantangan serupa dalam meningkatkan skala proyek ini, sebuah fenomena yang juga terlihat secara global sebagai "pilot purgatory".
Solusi melalui Koordinasi Bisnis
Data survei UiPath menunjukkan bahwa koordinasi bisnis adalah solusi kunci untuk mengatasi tantangan ini. Dalam survei tersebut, 89% responden yang telah sepenuhnya mengintegrasikan kemampuan koordinasi di seluruh perusahaan mereka menyatakan bahwa hasil implementasi berbasis agen memenuhi atau melebihi ekspektasi mereka terhadap return on investment (ROI). Manfaat spesifik yang dialami oleh perusahaan-perusahaan ini termasuk:
- Memberikan waktu lebih bagi karyawan untuk menangani tugas bernilai tinggi (51%)
- Meningkatkan integrasi antar aplikasi (47%)
- Memperbaiki pengawasan dan pengelolaan alur kerja bisnis (44%)
- Meningkatkan kecepatan respons terhadap pelanggan (42%)
- Mewujudkan otomatisasi alur kerja bisnis yang kompleks (37%)
12 bulan ke depan akan menjadi periode pertumbuhan signifikan bagi agen AI di seluruh alur kerja perusahaan global. Lebih dari sepertiga (36%) responden memperkirakan bahwa agen AI akan memainkan peran penting dalam alur kerja perusahaan. Mayoritas (52%) responden menyatakan bahwa mereka sedang menerapkan AI pada alur kerja "hibrida" yang menggabungkan proses statis dan dinamis.
Namun, saat ini hanya 29% perusahaan yang menyatakan bahwa fungsi koordinasi telah sepenuhnya terintegrasi ke dalam alur kerja mereka. Perusahaan yang memprioritaskan kemampuan koordinasi akan meletakkan dasar yang kuat untuk sukses di era agen berikutnya.

