Joby Aviation selesaikan uji terbang otonom penuh, tempuh 3.199 mil di AS tanpa intervensi pilot

·oleh Henderson·Engineering
Joby Aviation selesaikan uji terbang otonom penuh, tempuh 3.199 mil di AS tanpa intervensi pilot
Poin Penting
  • Joby Aviation menyelesaikan uji penerbangan otonom sejauh 3.199 mil.
  • Dalam penerbangan tersebut, terdapat pilot keselamatan di kabin namun tidak mengoperasikan sistem kontrol.
  • Sistem otonom mampu merencanakan ulang rute dalam cuaca buruk.
  • Pesawat Joby dapat diterapkan di bidang kargo komersial dan logistik medis.

Joby Aviation menyelesaikan penerbangan otonom sejauh 3.199 mil (sekitar 5.149 kilometer), sebuah pengujian besar bagi teknologi kontrol pesawat mereka. Perusahaan menggunakan Cessna Caravan yang telah dimodifikasi untuk menempuh perjalanan ini, dan akhirnya mendarat di Outer Banks, North Carolina. Sepanjang penerbangan, terdapat seorang pilot keselamatan di kabin, namun tidak mengoperasikan sistem kontrol pesawat. Sementara itu, Joby mengelola pesawat dari jarak jauh melalui fasilitas yang berlokasi di California dan South Carolina. Pesawat tersebut terbang secara otonom pada bagian-bagian penting misi, termasuk taxiing, lepas landas, navigasi, dan pendaratan.

Operator jarak jauh memantau penerbangan dari lokasi yang berjarak hingga 2.323 mil (sekitar 3.735 kilometer). Perjalanan menuju timur ini merupakan bagian dari Electric Sky Tour 2026 milik Joby, dan rutenya juga memberi kesempatan bagi para insinyur untuk menguji sistem di berbagai ruang udara dan kondisi operasional.

Tantangan yang Dihadapi Sistem Otonom

Sistem otonom menghadapi tantangan ruang udara dunia nyata, dengan salah satu pengujian penting dilakukan di Bandara Deer Valley, Phoenix, Arizona. Bandara penerbangan umum yang sibuk ini menyediakan lingkungan yang lebih menantang dibanding area demonstrasi yang terkendali. Joby juga menyatakan bahwa pesawatnya mengalami cuaca buruk dan badai petir selama perjalanan. Sistem otonom mereka mampu merencanakan ulang rute meskipun tidak pernah mengenal bandara tujuan sebelumnya. Kemampuan ini krusial karena pesawat otonom harus menangani perubahan kondisi di luar uji terbang yang dirancang secara cermat. Bandara, pola cuaca, dan lalu lintas di sekitarnya dapat berubah selama misi berlangsung.

Pesawat tersebut juga singgah di Bandara Fort Worth Alliance, Texas, tempat Joby mendemonstrasikan bagaimana pesawat otonom pada akhirnya dapat mendukung operasi kargo di pusat logistik besar. Di Pangkalan Udara Shaw, South Carolina, pesawat tersebut berpartisipasi dalam demonstrasi yang berfokus pada operasi militer. Perusahaan melihat potensi penerapan di berbagai bidang, termasuk kargo komersial, tanggap darurat, dan logistik pertahanan.

Potensi Penerapan Sistem Otonom

Setelah tiba di North Carolina, pesawat terbang rendah di dekat Monumen Wright Brothers di Kitty Hawk. Lokasi tersebut memiliki makna istimewa bagi sejarah penerbangan, karena di sinilah Orville dan Wilbur Wright melakukan penerbangan bertenaga pertama pada tahun 1903. Pesawat Joby kemudian mendarat di Bandara Regional Dare County. Operasi di North Carolina juga menghubungkan penerbangan otonom dengan logistik medis regional. Penerbangan ini mendukung program eLIFT-NC milik Departemen Transportasi North Carolina, yang mempelajari pengangkutan pasokan medis di seluruh negara bagian. Joby menyatakan bahwa pesawat otonom pada akhirnya dapat melayani komunitas yang tidak memiliki akses efisien ke jaringan transportasi besar.

Bandara-bandara kecil dapat menyediakan titik lepas landas yang mudah untuk misi kargo titik-ke-titik.

Program otonom Joby telah mengakumulasi lebih dari 400 penerbangan dan 800 jam uji terbang otonom, yang mencakup ruang udara terkendali maupun tidak terkendali. Perusahaan memperoleh divisi otonom mereka saat ini dari Xwing pada tahun 2024. Joby kemudian menguji teknologinya dalam sejumlah latihan militer AS. Dalam satu latihan Agile Flag Angkatan Udara, sistem ini mengirimkan suku cadang pengganti 24 jam lebih cepat dibanding logistik tradisional. Latihan lain menunjukkan operasi jarak jauh antara Hawaii dan Guam yang terpisah hampir 4.000 mil (sekitar 6.437 kilometer).

Pendiri dan CEO Joby, JoeBen Bevirt, menyatakan bahwa sistem otonom dapat memperluas akses penerbangan sekaligus mengurangi risiko bagi pilot. Pesawat tersebut kini menghadapi tantangan lain dalam perjalanan pulang menuju barat, dengan rencana singgah di Raleigh, wilayah Washington, Louisville, Wichita, Oklahoma City, Salt Lake City, dan Portland.

Prospek Teknologi Otonom ke Depan

Uji penerbangan otonom Joby Aviation menandai kemajuan penting dalam teknologi penerbangan, yang menunjukkan kemampuan adaptasi sistem otonom di lingkungan yang kompleks. Hal ini tidak hanya meningkatkan kemungkinan akses penerbangan, tetapi juga membuka solusi baru untuk kargo komersial dan logistik medis di masa depan. Seiring dengan perkembangan teknologi lebih lanjut, pesawat otonom semacam ini berpotensi menjadi kunci dalam mengatasi masalah transportasi di daerah terpencil, serta berperan penting dalam tanggap darurat dan logistik pertahanan.

H
Tentang penulis
Henderson