- Astronot Tiongkok berhasil menyelesaikan eksperimen "panen musim gugur" padi luar angkasa.
- Tanaman baru akan berkembang dari biji yang dihasilkan di lingkungan mikrogravitasi.
- Peneliti mengeksplorasi stabilitas genetik dan adaptasi padi di luar angkasa.
- Tujuan akhir adalah mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Bumi.
Astronot Tiongkok di Stasiun Luar Angkasa Tiangong telah menyelesaikan eksperimen penanaman padi luar angkasa yang mereka sebut "panen musim gugur". Menurut laporan, para astronot berhasil mengumpulkan, menanam, dan menyimpan sekelompok padi baru. Prestasi ini dilaporkan pada 18 Oktober, menandai tonggak penting dalam proyek yang diharapkan dapat memungkinkan reproduksi padi secara berkelanjutan di luar angkasa. Generasi pertama padi menggunakan biji yang dibawa dari Bumi dan ditanam di orbit, di mana biji-biji tersebut telah berkecambah, tumbuh, berbunga, dan berbuah dalam lingkungan mikrogravitasi. Biji yang dipanen dari tanaman ini digunakan untuk membudidayakan generasi kedua padi di orbit.
Pentingnya Pengembangan Tanaman Baru
Proses ini sangat penting karena tanaman baru akan berkembang dari biji yang dihasilkan dalam lingkungan mikrogravitasi, bukan dari biji yang ada di Bumi.
Menurut data dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, eksperimen ini dimulai pada awal 2026, dengan rencana untuk menyelesaikan dua siklus dari biji ke biji. Ini bukan kali pertama padi ditanam di stasiun luar angkasa (sebenarnya, sudah berhasil pada tahun 2022). Biji yang dihasilkan oleh tanaman tersebut telah dibawa kembali ke Bumi, dan peneliti berhasil membudidayakan tiga generasi padi tambahan. Namun, penting untuk dicatat bahwa para astronot sedang mempelajari stabilitas genetik tanaman padi dalam lingkungan mikrogravitasi. Organisme di Bumi telah berevolusi di bawah gravitasi Bumi, sehingga penghilangan gravitasi dapat secara teori mempengaruhi perkembangan dan reproduksi, pertumbuhan, serta pematangan tanaman.
Mereka tidak hanya tertarik pada perubahan genetik, tetapi juga pada epigenetika (yaitu bagaimana gen diekspresikan). Mereka juga ingin mengamati bagaimana padi beradaptasi selama beberapa generasi di luar angkasa.
Menjelajahi Metode Pertumbuhan Tanaman di Luar Angkasa
Pada akhirnya, mereka berharap dapat mengamati perkembangan makanan seperti padi setelah melalui beberapa generasi pertumbuhan di luar angkasa. Peneliti juga membandingkan biji yang ditanam di Bumi dengan keturunan padi yang ditanam di luar angkasa pada tahun 2022, untuk membantu mereka menentukan apakah paparan awal dalam lingkungan mikrogravitasi akan memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan generasi berikutnya. Selain itu, tim juga sedang meneliti dua metode pertumbuhan tanaman luar angkasa untuk memahami metode mana yang lebih berharga dalam kondisi mikrogravitasi. Metode pertama adalah reproduksi seksual, seperti yang telah dijelaskan. Metode kedua disebut sebagai regenerasi aseksual (ratooning).
Metode ini melibatkan panen padi sambil mempertahankan akar tanaman induk, yang memungkinkan tanaman untuk tumbuh tunas baru dan akhirnya menghasilkan lebih banyak padi. Metode ini mungkin lebih berharga karena tidak memerlukan penanaman kembali tanaman. Jika tanaman yang sama dapat menghasilkan beberapa kali panen padi, bukan hanya satu musim, maka akan lebih efisien dalam jangka panjang.
Metode mana yang terbaik (atau kombinasi keduanya) belum diketahui, tetapi tujuan akhirnya adalah mencari cara untuk memproduksi makanan di luar angkasa guna mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Bumi. Penting untuk dicatat bahwa eksperimen semacam ini tidak serta merta berarti kita dapat mentransfer teknologi ini ke Mars atau bulan. Ada perbedaan besar antara kondisi di stasiun luar angkasa dan kondisi di tubuh langit lainnya. Ini adalah bagian penting dari memecahkan teka-teki ini, tetapi mungkin tidak memberikan solusi.
Potensi Masa Depan Eksperimen Padi Luar Angkasa
Eksperimen padi luar angkasa oleh astronot Tiongkok tidak hanya merupakan kemajuan dalam teknologi pertanian, tetapi juga dapat mempengaruhi cara produksi makanan untuk eksplorasi luar angkasa di masa depan. Dengan membudidayakan padi dalam lingkungan mikrogravitasi, peneliti dapat memahami lebih dalam bagaimana tanaman beradaptasi dengan kondisi pertumbuhan yang berbeda, terutama pengaruh perubahan genetik dan epigenetika. Temuan penelitian ini dapat menjadi kunci untuk keberlangsungan hidup di Mars atau tubuh langit lainnya di masa depan, meskipun kondisi eksperimen saat ini menunjukkan perbedaan signifikan dengan planet lain.

