Pada tanggal 11 September, CJ Mezzo Media merilis "Laporan Gen-AI", yang menganalisis perilaku media dan konsumsi remaja berusia 15 hingga 18 tahun yang tumbuh di lingkungan AI generatif. Survei ini mencakup 500 responden laki-laki dan perempuan yang tinggal di Seoul dan lima kota metropolitan besar lainnya. CJ Mezzo Media mendefinisikan remaja yang sering berinteraksi dengan AI generatif dalam kehidupan sehari-hari dan tumbuh di lingkungan ini sebagai "Generasi AI". Berbeda dengan laporan tahunan sebelumnya yang menganalisis penggunaan media dan perilaku konsumsi iklan dari kelompok usia 10 hingga 50 tahun, laporan ini berfokus pada "Generasi AI" sebagai kelompok spesifik, dengan eksplorasi mendalam tentang gaya hidup, pola konsumsi konten, proses pengambilan keputusan pembelian, dan reaksi terhadap iklan.
Pola Penggunaan Media oleh Generasi AI Menunjukkan Tren yang Jelas
Hasil survei menunjukkan bahwa 85% responden menggunakan AI generatif lebih dari dua kali seminggu, dengan 86% responden setidaknya sekali seminggu menggunakan AI dalam pembelajaran akademik. Dalam proses pembelajaran, penggunaan utama AI termasuk pemecahan masalah (42%), ringkasan dan pengorganisasian konten (41%), serta penjelasan konsep (34%). Mengenai alasan penggunaan AI dalam pembelajaran, 61% responden menyatakan "dapat segera mendapatkan jawaban", 59% merasa "bebas bertanya tanpa batasan waktu dan tempat", dan 40% menekankan "penjelasan yang mudah dipahami".
Dalam hal pencarian informasi, AI dengan cepat mengejar mesin pencari tradisional. Proporsi penggunaan saluran pencarian informasi menunjukkan bahwa mesin pencari sebesar 55%, sementara AI telah mencapai 45%. Di antara layanan AI yang digunakan, ChatGPT mencakup 82%, dan Gemini sebesar 77%, tetapi hanya 39% responden yang menyatakan kepercayaan terhadap jawaban yang diberikan oleh AI. Penggunaan AI telah meluas hingga ke proses pembelian barang. 82% responden menyatakan bahwa mereka pernah menggunakan AI untuk mencari informasi terkait sebelum membeli produk, dan 40% menyatakan bahwa mereka pernah membeli barang yang direkomendasikan oleh AI. Ini menunjukkan bahwa perilaku mereka telah melampaui sekadar memahami fitur atau harga produk, dan mereka juga mempertimbangkan pendapat AI dalam memutuskan apakah akan membeli.
Penilaian Responden terhadap Iklan AI Menunjukkan Perbedaan yang Jelas
Berbeda dengan penggunaan sehari-hari yang aktif, penilaian responden terhadap iklan yang dibuat oleh AI cenderung lebih dingin. 85% responden menyatakan bahwa mereka pernah berinteraksi dengan iklan AI, dengan bidang yang terlibat berturut-turut adalah kosmetik dan kecantikan (27%), perjalanan (24%), dan makanan dan minuman (23%). Namun, proporsi yang memberikan penilaian positif terhadap iklan AI hanya 16%, sementara penilaian negatif mencapai 48%, tiga kali lipat dari penilaian positif. Alasan penilaian positif terutama terletak pada "kesegaran", sedangkan alasan utama penilaian negatif adalah "tidak adanya keaslian yang dirasakan". Jenis materi dalam iklan juga mempengaruhi tingkat preferensi.
Preferensi terhadap iklan AI yang menggunakan pemandangan alam adalah 32%, sementara untuk animasi dan karakter adalah 28%. Sebaliknya, preferensi terhadap citra tokoh yang disajikan dalam gaya真人 adalah 16%, dan iklan yang mengandung konten selebriti hanya 9%.

