Dalam pasar keuangan saat ini, perkembangan pesat teknologi AI (kecerdasan buatan) secara mendalam mempengaruhi model operasi industri konsultasi keuangan. Menurut survei terbaru dari McKinsey & Company, semakin banyak pelanggan yang menggunakan AI untuk membantu membuat keputusan pembelian, namun aplikasi konsultan keuangan dalam hal ini masih terbilang relatif lambat. Untuk memahami fenomena ini lebih dalam, redaksi Techritual mewawancarai Stone Chi-Lin, Mitra Direktur Global McKinsey dan Manajer Umum Wilayah Hong Kong.

Peran Pemberdayaan Teknologi AI
Stone Chi-Lin menunjukkan bahwa AI tidak bertujuan untuk menggantikan konsultan keuangan, melainkan untuk memberdayakan dan mempercepat proses. Ia menekankan bahwa pelanggan telah mulai menggunakan AI untuk mendapatkan informasi, membandingkan produk, dan membentuk penilaian awal sebelum bertemu dengan konsultan, sehingga mereka sudah memiliki kebutuhan dan pertanyaan yang lebih jelas.
“Pelanggan telah mulai melihat AI sebagai 'pendapat kedua', untuk memahami syarat, membandingkan produk, dan membentuk penilaian awal.”
Stone Chi-Lin, Mitra Direktur Global McKinsey dan Manajer Umum Wilayah Hong Kong
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa meskipun pelanggan semakin bergantung pada kemampuan pemrosesan data AI, dalam keputusan besar, mereka tetap sangat bergantung pada saran profesional dari konsultan keuangan. Ini menunjukkan bahwa industri konsultasi keuangan masih merupakan bisnis yang berorientasi pada manusia, di mana pengetahuan profesional dan kemampuan interpersonal konsultan tetap tak tergantikan.
Strategi Jangka Panjang untuk Mendorong Penggunaan AI
Ketika membahas strategi jangka panjang McKinsey untuk mendorong konsultan keuangan menggunakan AI, Stone Chi-Lin menekankan empat poin utama. Pertama, lembaga keuangan harus menganggap 'mendorong adopsi tim' sebagai prioritas utama, bukan sekadar peningkatan teknologi. Ia menunjukkan bahwa investasi lembaga dalam pelatihan, bimbingan, dan transformasi model kerja konsultan keuangan harus seimbang dengan investasi teknologi.
“Dalam pasar dengan tingkat kehilangan konsultan yang tinggi, mendorong aplikasi yang luas seringkali lebih penting daripada teknologi itu sendiri.”
Stone Chi-Lin, Mitra Direktur Global McKinsey dan Manajer Umum Wilayah Hong Kong
Kedua, Stone Chi-Lin menyebutkan bahwa sebelum memperluas, fondasi data yang baik harus dibangun, karena efektivitas AI tergantung pada integritas sistem dasar. Selain itu, mengintegrasikan pengetahuan profesional dari konsultan keuangan terbaik ke dalam sistem juga merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas layanan. Terakhir, ia menekankan pentingnya berinvestasi dalam keterampilan manusia yang tidak dapat direplikasi oleh AI, di mana soft skill ini akan menjadi keunggulan kompetitif konsultan di masa depan.
Menanggapi Perubahan Harapan Pelanggan
Seiring dengan meningkatnya penerimaan pelanggan terhadap AI, Stone Chi-Lin menunjukkan bahwa harapan pelanggan terhadap konsultan keuangan juga berubah. Survei menunjukkan bahwa ketika bertemu dengan konsultan keuangan, pelanggan sering kali telah mendapatkan informasi dan perbandingan yang disediakan oleh AI, yang membuat konsultan perlu meningkatkan standar kualitas konsultasi. Ia menekankan bahwa harapan pelanggan terhadap konsultan tidak lagi sekadar memberikan informasi, tetapi juga berharap untuk mendapatkan pemahaman situasional yang lebih mendalam dan saran profesional.
“Pelanggan memiliki harapan yang lebih tinggi dan lebih tepat terhadap konsultan keuangan.”
Stone Chi-Lin, Mitra Direktur Global McKinsey dan Manajer Umum Wilayah Hong Kong
Ia menambahkan bahwa pelanggan masih ingin mendapatkan penilaian dan tanggung jawab dari konsultan keuangan saat membuat keputusan besar, yang berarti konsultan perlu memperkuat hubungan kepercayaan dengan pelanggan sambil memberikan saran profesional.
Tren Industri di Masa Depan
Stone Chi-Lin memprediksi tren masa depan industri konsultan keuangan di pasar Hong Kong. Ia menyatakan bahwa industri konsultasi keuangan di Hong Kong sedang membentuk kesenjangan, yang bukan antara manusia dan AI, tetapi antara 'konsultan yang menggunakan AI' dan 'konsultan yang tidak menggunakan AI'. Ia menunjukkan bahwa seiring dengan matangnya industri dan meningkatnya kompleksitas produk, keterampilan bimbingan konsultan akan menjadi kompetensi inti mereka.
“Lembaga yang berhasil mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan sehari-hari konsultan keuangan akan lebih mampu memperkuat interaksi dengan pelanggan dan meningkatkan produktivitas.”
Stone Chi-Lin, Mitra Direktur Global McKinsey dan Manajer Umum Wilayah Hong Kong
Secara keseluruhan, pengenalan AI tidak hanya mengubah pola perilaku pelanggan, tetapi juga meningkatkan harapan terhadap konsultan keuangan. Di masa depan, konsultan perlu memberikan layanan yang lebih personal dan profesional dengan bantuan AI untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat.

