- Pesawat luar angkasa MMX yang diluncurkan Jepang bertujuan untuk mengambil sampel dari satelit Mars, Phobos.
- Misi ini akan menjadi yang pertama berhasil mendarat di satelit Mars dan membawa kembali sampel.
- Rover IDEFIX akan membantu memeriksa topografi Phobos untuk mempersiapkan pendaratan.
- Analisis sampel akan membantu memahami komposisi satelit Mars dan posisi historisnya.
Jepang pada 20 Oktober meluncurkan sebuah pesawat luar angkasa ke Mars, bertujuan untuk menjawab pertanyaan jangka panjang mengenai dua satelit planet tersebut. Pesawat luar angkasa yang bernama "Mars Moon Exploration (MMX)" diluncurkan menggunakan roket H3 dari Pusat Antariksa Tanegashima. Misi ini dipimpin oleh Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) dengan anggaran sebesar 578 juta USD, yang akan menyelidiki dua satelit Mars, Phobos dan Deimos. Tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan sampel dari Phobos dan mengembalikannya ke Bumi pada tahun 2031.
Sebelumnya, tidak ada pesawat luar angkasa yang berhasil mendarat di kedua satelit Mars dan membawa kembali sampel. JAXA kemudian mengonfirmasi bahwa MMX telah berhasil terpisah dari tahap atas roket H3 F10, yang menandai langkah penting dalam misi ini, di mana pesawat luar angkasa tersebut memasuki orbit antarplanet menuju Mars dan Phobos.
Tonggak Penting dalam Misi
Misi ini akan memulai perjalanan selama beberapa bulan, diperkirakan tiba di Mars pada tahun 2027. Pesawat luar angkasa akan melakukan penelitian terhadap satelit tersebut selama sekitar tiga tahun setelah tiba, sebelum kembali ke Bumi. JAXA bekerja sama dengan Mitsubishi Heavy Industries dalam pengembangan kendaraan peluncur H3. Roket ini memiliki tinggi 207 kaki, dengan tahap pertama menggunakan dua mesin LE-9 yang membakar hidrogen cair dan oksigen cair, menghasilkan dorongan sekitar 331.000 pon. Selain itu, empat pendorong roket padat memberikan dorongan tambahan selama peluncuran, yang akan dibuang selama proses kenaikan, dan setelah tahap pertama terpisah, tahap atas akan melakukan pembakaran untuk mengirim MMX ke Mars.
Misi ini didasarkan pada pengalaman Jepang dalam pengembalian sampel dari asteroid. Misi awal menunjukkan kemampuan negara tersebut dalam mengambil material dari benda kecil. Tantangan di Phobos terletak pada gravitasi yang sangat lemah dan sifatnya yang mengorbit Mars. Phobos memiliki diameter sekitar 14 mil dan berbentuk tidak teratur, mirip dengan kentang, yang membuat operasi pendaratan menjadi kompleks. MMX akan mengerahkan IDEFIX, sebuah rover yang dirancang bersama oleh Prancis dan Jerman, untuk memeriksa topografi. Rover beroda empat ini mungkin akan melompat di permukaan sebelum stabil. Desainnya memungkinkan untuk bangkit kembali setelah mendarat terbalik, meskipun tanah yang lunak atau batuan yang menghalangi dapat membuatnya terjebak.
Peran Rover IDEFIX
IDEFIX diperkirakan akan menghabiskan sekitar 100 hari untuk melakukan survei di Phobos, dan temuan tersebut akan membantu pusat kontrol misi dalam mengidentifikasi lokasi yang cocok untuk pendaratan pesawat luar angkasa utama.
Tantangan dalam Pengumpulan Sampel
Pengendali pendaratan Jepang berencana untuk melakukan dua pendaratan pada akhir 2028 atau 2029, menggunakan mekanisme pengambilan sampel untuk mengumpulkan material, dan menyimpan material yang dikumpulkan dengan aman di dalam kapsul pengembalian. Setiap operasi di permukaan harus dikoordinasikan dengan hati-hati, karena gravitasi Phobos yang lemah tidak memungkinkan pesawat luar angkasa untuk terikat di tanah. Para ilmuwan berharap dapat menentukan apakah Phobos terbentuk dari puing-puing akibat tabrakan Mars, atau merupakan meteorit yang tertangkap. Sampel tersebut akan membantu membedakan antara dua penjelasan yang saling bertentangan ini. MMX juga akan menyelidiki Deimos, yang merupakan satelit Mars yang lebih kecil dengan diameter sekitar 8 mil, dan beberapa bulan terakhir misi akan melakukan beberapa flyby dekat.
PESAWAT luar angkasa ini direncanakan akan meninggalkan sistem Mars pada November 2030, dengan kapsul pengembalian yang diharapkan tiba di Australia pada tahun 2031, membawa material yang dikumpulkan dari Phobos. Analisis di laboratorium dapat mengungkap informasi rinci tentang komposisi satelit ini dan posisi mereka dalam sejarah tata surya. Temuan ini juga dapat membantu peneliti memahami proses pembentukan satelit planet lainnya.
Pentingnya Misi Ini untuk Penelitian Mars
Misi MMX menandai kemajuan penting Jepang dalam eksplorasi luar angkasa, khususnya dalam pengembalian sampel satelit Mars. Ini bukan hanya tantangan teknis, tetapi juga dapat memberikan data kunci kepada komunitas ilmiah mengenai pembentukan Mars dan satelitnya. Dengan berhasil mengembalikan sampel dari Phobos, para ilmuwan akan dapat memahami lebih dalam evolusi sistem Mars dan mengeksplorasi proses pembentukan satelit planet lainnya. Temuan ini memiliki dampak yang jauh untuk misi eksplorasi luar angkasa di masa depan dan pemahaman manusia tentang alam semesta.

