- DEEP Robotics menyebarkan robot humanoid DR02 di Hangzhou untuk membantu pengelolaan lalu lintas dan panduan wisata.
- Robot DR02 dapat beroperasi dalam kondisi padat dan hujan, membantu petugas lalu lintas.
- Robot memiliki kemampuan persepsi lingkungan dan kontrol gerak, mendukung berbagai operasi outdoor.
- Hasil uji coba akan memengaruhi cara aplikasi DR02 dalam pengelolaan lalu lintas di masa depan.
DEEP Robotics telah menyebarkan robot humanoid DR02-nya di Hangzhou, China, untuk membantu mengelola persimpangan lalu lintas yang sibuk dan tempat wisata. Robot-robot ini diuji pada awal Oktober di Distrik Xihu, saat hujan dan peningkatan jumlah wisatawan menambah tekanan kerja petugas lalu lintas setempat. Robot DR02 ditempatkan di jalan utama dan Taman Nasional Lembah Basah Xixi, membantu mengarahkan lalu lintas, menjaga ketertiban, dan menjawab pertanyaan dasar publik. Penyebaran ini menunjukkan bagaimana robot humanoid dapat mendukung pengelolaan lalu lintas di lingkungan perkotaan yang sibuk, terutama pada periode dengan volume pejalan kaki dan kendaraan yang tinggi.
Robot DR02 membantu petugas lalu lintas di persimpangan sibuk dan tempat wisata, menguji kemampuan navigasinya di jalan-jalan padat dan kondisi hujan serta kemampuan interaksi dengan publik. Uji coba dilakukan awal Oktober, saat volume wisatawan dan kendaraan meningkat, menimbulkan tekanan tambahan bagi tim lalu lintas setempat. Robot beroperasi di Jalan Lingyin dan Taman Nasional Lembah Basah Xixi, dengan tugas mengarahkan lalu lintas, mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi aturan, menjaga ketertiban, serta menjawab pertanyaan dasar warga dan wisatawan. Penyebaran ini memberikan kesempatan untuk menilai kemampuan DR02 yang menggabungkan persepsi lingkungan, kontrol gerak, dan interaksi antarmanusia.
Kapasitas Operasional Robot DR02
Robot DR02 memiliki tinggi sekitar 175 sentimeter, berat 143 pon (65 kilogram), dirancang untuk beroperasi di lingkungan outdoor. Tingkat perlindungan IP66-nya tahan terhadap debu dan aliran air kuat, mendukung operasi di cuaca lembab. Robot ini juga dapat beroperasi dalam rentang suhu minus 20 hingga 55 derajat Celsius, menyediakan rentang operasi outdoor yang luas. Kemampuan mobilitasnya adalah bagian penting dari sistem, DR02 dapat berjalan dengan kecepatan maksimal 1,5 meter per detik, dan mampu memanjat tangga sekitar 25 sentimeter serta kemiringan 20 derajat.
Kemampuan ini memungkinkannya menavigasi lingkungan yang mencakup tanah tidak rata, perubahan ketinggian, pejalan kaki, dan halangan lainnya.
Robot menggunakan kombinasi lensa lebar, lensa kedalaman, dan sensor Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk memahami lingkungannya. Sistem sensor ini menyediakan informasi tentang orang, kendaraan, dan benda di dekatnya, membantu mesin menilai lingkungannya dan menyesuaikan gerakannya. Sistem komputasi onboard-nya dilaporkan mampu mengeksekusi 275 triliun operasi per detik, mendukung kekuatan pemrosesan yang dibutuhkan untuk persepsi dan gerak.
Bagaimana Robot Membantu Pengelolaan Lalu Lintas
Selama uji coba, DR02 mendemonstrasikan beberapa fungsi terkait lalu lintas. Ia dapat mengingatkan pengendara sepeda untuk tetap di belakang garis berhenti, mengumumkan saat lampu lalu lintas berubah hijau, dan mengidentifikasi masalah seperti berkendara tanpa helm, sepeda kelebihan muatan, dan pejalan kaki melanggar garis berhenti. Robot ini tidak melakukan denda, melainkan melalui peringatan lisan dan gestur mendorong pengguna jalan mematuhi aturan lalu lintas. Sistem juga diuji dalam tugas yang menghadap publik, di mana selain mengarahkan lalu lintas, robot membantu mengelola aliran wisatawan dan menjawab pertanyaan dasar dalam berbagai bahasa, memenuhi kebutuhan warga dan wisatawan.
Tugas-tugas ini mengharuskan robot mampu menafsirkan lingkungannya, sambil menyampaikan instruksi dengan cara yang dapat dipahami orang. Uji coba bertujuan menilai efektivitas DR02 dalam mengenali situasi, mengoordinasikan gerakan, dan berinteraksi dengan manusia, sebagai referensi untuk penyebaran skala lebih luas di masa depan. Dengan menyerahkan tugas konsultasi berulang kepada robot, petugas lalu lintas dapat fokus lebih banyak waktu pada tanggung jawab seperti investigasi kecelakaan dan penegakan hukum. Uji coba di Hangzhou menunjukkan aplikasi praktis robot humanoid, yang menggabungkan navigasi mobilitas, persepsi lingkungan, dan interaksi publik. Namun, penyebaran ini masih dalam tahap percobaan, dan hasilnya akan membantu menentukan cara penggunaan DR02 dalam operasi pengelolaan lalu lintas di masa depan.
Potensi Robot Humanoid dalam Pengelolaan Lalu Lintas
Seiring percepatan urbanisasi, pengelolaan lalu lintas menghadapi tantangan semakin besar. Robot DR02 milik DEEP Robotics menunjukkan bagaimana teknologi canggih dapat digunakan untuk meredakan masalah ini. Kemampuan persepsi lingkungan dan kontrol gerak yang dimilikinya memungkinkannya beroperasi secara efektif di lingkungan perkotaan yang kompleks, serta berinteraksi dengan publik. Hal ini tidak hanya meringankan beban petugas lalu lintas manusia, tetapi juga meningkatkan keamanan dan efisiensi publik. Di masa depan, jika hasil uji coba menunjukkan kinerja DR02 yang baik, hal itu kemungkinan akan mendorong penerapan lebih banyak teknologi serupa, mendorong pengembangan kota cerdas.

