- Bluecore Energy membeli uranium diperkaya rendah untuk memajukan pengembangan sistem energi nuklir terapung.
- Perusahaan ini sedang menjalankan program fabrikasi, pengujian, dan verifikasi bahan bakar.
- Bluecore melakukan kontak pra-aplikasi dengan Komisi Regulasi Nuklir Amerika Serikat.
- Perusahaan memperoleh persetujuan prinsip atas desainnya dari American Bureau of Shipping.
Bluecore Energy pada 13 Oktober mengumumkan pembelian uranium diperkaya rendah, sebuah langkah penting bagi sistem energi nuklir pertamanya. Pembelian ini membawa tim semakin dekat untuk melakukan fabrikasi dan pengujian bahan bakar bagi reaktor terapung kompaknya. Perusahaan yang berbasis di California ini memperoleh uranium heksafluorida (UF6) dengan kadar uranium-235 sebesar 4.95% melalui perantara bahan bakar nuklir WMC. Material tersebut saat ini disimpan di sebuah fasilitas bahan bakar nuklir Amerika Serikat di luar California, dan Bluecore tengah memajukan program fabrikasi, pengujian, serta verifikasi bahan bakar.
Memajukan Tahap Pasokan Bahan Bakar
Pembelian ini memindahkan pekerjaan pengembangan dari desain reaktor dan perangkat keras tanpa bahan bakar ke tahap pembentukan pasokan bahan bakar fisik. Namun, Bluecore belum melaporkan pengoperasian reaktor berbahan bakar, dan pengumuman tersebut juga tidak memberikan jadwal pengujian bahan bakar pertama.
Uranium yang dibeli berada dalam bentuk UF6, yakni material yang digunakan pada tahap pengayaan dalam siklus bahan bakar nuklir. Sebelum dapat digunakan dalam perangkat bahan bakar reaktor konvensional, material tersebut akan diproses lebih lanjut. Bluecore pada akhirnya akan mengubah UF6 menjadi uranium dioksida (UO2), lalu memfabrikasinya menjadi pelet bahan bakar dan merakitnya menjadi bahan bakar nuklir. Memperoleh uranium diperkaya merupakan mata rantai penting dalam jalur pasokan bahan bakar, tetapi ini hanyalah tahap pertama pengembangan sistem energi nuklir yang beroperasi. Fabrikasi bahan bakar, sertifikasi mutu, pengujian, dan persyaratan regulasi masih menjadi tantangan di masa depan. WMC beroperasi di ujung depan siklus bahan bakar nuklir dan menyediakan dukungan pengadaan uranium, produk konversi dan pengayaan, logistik, penyimpanan, pembiayaan, serta pemrosesan bagi para pelanggannya.
Kemajuan Regulasi dan Pengembangan Teknologi
Bluecore memajukan pengembangan regulasi dan teknologinya secara paralel. Perusahaan ini pada Agustus mulai melakukan kontak pra-aplikasi dengan Komisi Regulasi Nuklir Amerika Serikat (NRC), memaparkan ikhtisar konsep desainnya, dan berdiskusi dengan staf lembaga tersebut mengenai strategi regulasi yang diusulkannya. Penjaga Pantai Amerika Serikat juga hadir dalam pertemuan ini. Partisipasi tersebut berlangsung dalam konteks upaya NRC dan Penjaga Pantai membangun kerangka koordinasi bagi proyek nuklir maritim sipil. Diskusi-diskusi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memenuhi persyaratan teknologi nuklir dan rencana penyebaran maritimnya. Kontak pra-aplikasi bukan merupakan izin pembangunan atau pengoperasian.
Persetujuan Desain Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terapung
Perusahaan ini juga memperoleh persetujuan prinsip (AIP) dari American Bureau of Shipping (ABS) atas desain pembangkit listrik tenaga nuklir terapungnya. Persetujuan tersebut diterbitkan pada Juni 2026 dan merupakan AIP ABS pertama untuk pembangkit listrik tenaga nuklir terapung rancangan Amerika Serikat. Evaluasi dilakukan berdasarkan aturan dan pedoman ABS yang berlaku atas konsep tersebut, sekaligus menetapkan peta jalan persyaratan teknis yang perlu diselesaikan seiring perkembangan desain. AIP merupakan evaluasi desain tahap awal, bukan izin pembangunan atau pengoperasian yang final.
Bluecore berkantor pusat di Pelabuhan Long Beach, California, dan perusahaan ini tengah mengembangkan sistem energi nuklir maritim pertamanya serta modul reaktor prototipe tanpa bahan bakar nuklir. Perusahaan menyatakan teknologinya sejak awal memang dirancang khusus untuk platform maritim terapung, bukan hasil modifikasi pembangkit listrik tenaga nuklir darat konvensional. Bergantung pada penerapannya, potensi pemanfaatan dapat mencakup pelabuhan, infrastruktur pesisir, dan pusat data kecerdasan buatan. Bluecore menegaskan perusahaan ini tidak mengoperasikan reaktor nuklir aktif atau menyimpan bahan bakar nuklir di kantor pusatnya di Long Beach. Uranium diperkaya yang dibelinya disimpan di fasilitas bahan bakar nuklir lain di Amerika Serikat.
Perusahaan ini baru-baru ini juga menghimpun pendanaan awal sebesar 50 juta dolar AS, dan pengumuman ini dirilis kurang dari tiga bulan setelah status silumannya berakhir. Perusahaan menyatakan dana tersebut beserta tonggak teknologi terbaru tengah menopang kerja paralel di bidang rekayasa, keselamatan, pengujian, dan keterlibatan regulasi. Langkah selanjutnya mencakup memajukan fabrikasi dan sertifikasi mutu bahan bakar, sembari terus mengembangkan sistem reaktornya dan memenuhi persyaratan federal serta maritim.
Arti Pengembangan Sistem Energi Nuklir Bluecore Energy
Pembelian uranium diperkaya rendah oleh Bluecore Energy menandai kemajuan penting dalam pengembangan sistem energi nuklir terapungnya. Dengan terbentuknya pasokan bahan bakar, perusahaan ini tengah menghadapi tantangan teknologi energi nuklir, termasuk sertifikasi mutu dan persyaratan regulasi. Keterlibatannya dengan Komisi Regulasi Nuklir Amerika Serikat serta perolehan persetujuan desain dari American Bureau of Shipping menunjukkan upayanya dalam hal kepatuhan regulasi dan pengembangan teknologi. Langkah-langkah ini tidak hanya membantu memajukan terwujudnya sistem energi nuklirnya, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak mendalam bagi penerapan teknologi energi nuklir maritim di masa depan.

