- Reaktor mikro eVinci milik Westinghouse mencapai suhu 1,852°F dalam pengujian suhu tinggi.
- Pengujian ini menyediakan data baru mengenai proses pemanasan inti reaktor.
- Pengukuran suhu tinggi membantu meningkatkan model analisis dan kemampuan prediksi reaktor.
- Proyek ini menunjukkan kemajuan dan dorongan Amerika Serikat dalam bidang rekayasa nuklir.
Westinghouse kembali melakukan pengujian suhu tinggi pada reaktor mikro eVinci, memberikan data baru bagi para insinyur mengenai perilaku inti reaktor selama proses pemanasan. Eksperimen ini mencapai kondisi kritis pada suhu 1,225°F (sekitar 663°C), serta menghasilkan pengukuran reaktivitas subkritis pada suhu inti tertinggi 1,852°F (sekitar 1,011°C). Para peneliti melakukan pengujian tersebut pada 3 September di National Criticality Experiments Research Center (NCERC) di Nevada, dengan dukungan dari Los Alamos National Laboratory dan Nevada National Security Site, fasilitas yang berada di bawah National Nuclear Security Administration (NNSA).
Hasil ini memperluas program pengujian yang bertujuan membandingkan pengukuran fisika dengan prediksi model reaktor. Perbandingan tersebut membantu para insinyur menentukan area yang perlu diperbaiki dalam simulasi sebelum menerapkan temuan pada perangkat keras prototipe.
Signifikansi Pengujian Suhu Tinggi
Kondisi kritis merujuk pada keadaan di mana reaksi berantai nuklir mampu mempertahankan dirinya secara mandiri. Para insinyur menggunakan eksperimen kritis yang terkendali untuk memeriksa bagaimana perubahan kondisi reaktor memengaruhi perilakunya. Pengujian eVinci mencapai kondisi tersebut pada suhu 1,225°F,,随后 peneliti melakukan pengukuran reaktivitas subkritis ketika inti mencapai suhu 1,852°F. Westinghouse menyatakan, pengukuran tersebut mencetak rekor suhu baru untuk eksperimen reaktivitas jenis ini di NCERC. Hasil ini juga memberikan data ketergantungan suhu kepada para peneliti yang mendekati lingkungan operasional yang diharapkan untuk reaktor tersebut.
Pengukuran ini sangat penting karena suhu dapat memengaruhi sifat fisik material di dalam reaktor. Para insinyur memerlukan data yang akurat untuk memahami pengaruh tersebut dan memasukkannya ke dalam model prediksi.
Potensi Aplikasi eVinci
Eksperimen ini merupakan bagian dari proses pengembangan build-test-learn yang diterapkan Westinghouse. Setiap pengujian memberikan kesempatan untuk memeriksa kesesuaian antara hasil perhitungan dan perilaku reaktor yang terukur. Reaktor eVinci menggunakan arsitektur ringkas yang dibangun di sekitar heat pipe, bahan bakar TRISO, dan inti grafit. Heat pipe memindahkan panas dari inti reaktor tanpa menggunakan pompa tradisional yang lazim ditemukan di banyak sistem reaktor besar. Konfigurasi ini menjadi inti dari desain reaktor yang ringkas. Westinghouse tengah mengembangkan eVinci untuk aplikasi di mana pembangkit listrik nuklir konvensional mungkin tidak memenuhi persyaratan fisik atau logistik, dengan potensi aplikasi termasuk wilayah terpencil, sistem pertahanan, dan misi luar angkasa.
Westinghouse juga menyebutkan bahwa reaktor tersebut mampu memasok listrik selama delapan tahun tanpa pengisian ulang bahan bakar, meskipun perusahaan tersebut belum mendemonstrasikan periode operasi tersebut melalui reaktor komersial. Meski demikian, hal itu tetap menjadi bagian dari konsep desain dan penyebaran eVinci.
Pengukuran suhu tinggi kini memberikan bukti tambahan bagi para insinyur Westinghouse untuk menyempurnakan model analisis mereka. Model-model tersebut membantu memprediksi respons reaktor ketika suhu serta kondisi operasional lainnya berubah. Presiden dan CEO Westinghouse, Dan Sumner, menggambarkan pekerjaan ini sebagai bagian dari siklus cepat untuk membangun, menguji, dan menyempurnakan teknologi nuklir canggih. Ia menyatakan: "Tim kami tengah dengan cepat membangun, menguji, mempelajari, dan menyempurnakan teknologi nuklir canggih." Ia juga memberikan apresiasi kepada Department of Energy, NNSA, Los Alamos, dan NNSS atas dukungan mereka terhadap program pengujian tersebut.
Penjabat Assistant Secretary for Nuclear Energy, Chimi Zacot, menyebut proyek ini sebagai contoh kemajuan rekayasa nuklir Amerika Serikat. Ia menyampaikan bahwa pekerjaan Westinghouse mencerminkan dorongan yang lebih luas untuk memperluas teknologi nuklir canggih AS. Eksperimen terbaru ini bukan merupakan penyebaran komersial eVinci, tetapi确实 menyediakan satu set data pengukuran lain dari lingkungan termal yang menantang bagi para insinyur.
Terobosan Teknologi dan Prospek Aplikasi Reaktor eVinci
Pengujian suhu tinggi pada reaktor mikro eVinci menunjukkan potensi inovasinya dalam teknologi energi nuklir. Pengukuran tersebut tidak hanya menyediakan data penting bagi para insinyur, tetapi juga membantu mereka menyempurnakan model prediksi serta lebih memahami perilaku reaktor di lingkungan ekstrem. Dengan optimalisasi desain reaktor yang berkelanjutan, arsitektur ringkas eVinci dan karakteristik operasi tanpa pengisian ulang bahan bakar menjadikannya semakin menarik untuk wilayah terpencil dan aplikasi khusus. Kemajuan tersebut tidak hanya mencerminkan upaya Amerika Serikat dalam bidang rekayasa nuklir, tetapi juga berpotensi memberikan dampak mendalam terhadap penyebaran energi nuklir di masa depan.

