U.S. Air Force Uji Coba SpaceX Kapsul untuk Pengiriman Barang Secara Global dengan Roket

·oleh Henderson·Engineering
U.S. Air Force Uji Coba SpaceX Kapsul untuk Pengiriman Barang Secara Global dengan Roket
Poin Penting
  • U.S. Air Force menguji teknologi pengiriman barang dengan roket untuk memperpendek waktu transportasi.
  • Fokus pengujian adalah pengumpulan data perlindungan barang selama proses peluncuran dan masuk kembali.
  • Pengiriman barang dengan roket dapat melengkapi transportasi militer tradisional dan diterapkan dalam berbagai misi.
  • AFRL bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk mengevaluasi kelayakan teknologi pengiriman.

U.S. Air Force sedang mengeksplorasi apakah roket dapat mengirimkan barang militer ke lokasi mana pun di dunia dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan transportasi tradisional. Pada 20 Oktober, Air Force Research Laboratory (AFRL) menguji teknologi pengiriman barang dalam peluncuran komersial SpaceX, menggunakan peralatan penelitian Starfall untuk menguji bagaimana kapsul dapat bertahan selama perjalanan melintasi ruang angkasa dan kembali ke atmosfer. Pengujian ini merupakan bagian dari program penelitian pengiriman barang roket AFRL, yang bertujuan untuk menentukan apakah roket komersial besar dapat dengan cepat mengirimkan puluhan ton barang ke seluruh dunia, termasuk daerah terpencil dan lokasi yang sulit dijangkau oleh pesawat tradisional.

Eksperimen terbaru berfokus pada pengumpulan data tentang perlindungan barang selama proses peluncuran dan masuk kembali, bukan untuk menunjukkan sistem pengiriman secara keseluruhan.

Para peneliti memuat prototipe kapsul barang, peralatan misi, dan sensor ke dalam kapsul untuk mengevaluasi kondisi yang harus ditanggung oleh muatan di masa depan. Kapsul Starfall membawa beberapa kapsul barang eksperimental yang dikembangkan oleh AFRL untuk menampung berbagai muatan. Setiap kapsul dilengkapi dengan peralatan misi yang representatif dan sensor lingkungan yang dirancang untuk mengukur suhu, guncangan, dan getaran selama perjalanan. Para peneliti sangat memperhatikan peralatan elektronik dan peralatan bertahan hidup, termasuk baterai, pelacak dengan kemampuan komunikasi satelit, sistem desalinasi air osmosis terbalik, perlengkapan medis darurat, dan peralatan bertahan hidup. Insinyur juga memeriksa apakah UNI-PAC III rakit penyelamat dapat dimuat ke dalam kapsul, yang mungkin memungkinkan untuk dimasukkan dalam pengujian di masa depan.

Fokus dan Tujuan Pengujian

Pengukuran ini sangat penting karena tantangan yang dihadapi dalam pengiriman berbasis roket tidak hanya terkait dengan kecepatan mencapai tujuan. Barang harus mampu menahan kekuatan peluncuran, kondisi yang dihadapi di ruang angkasa, serta panas dan tekanan mekanis terkait dengan masuk kembali ke atmosfer. Peralatan harus tetap dalam kondisi siap pakai saat tiba. AFRL menyatakan bahwa eksperimen ini akan membantu para peneliti memahami bagaimana melindungi peralatan sensitif selama proses ini. Badan tersebut tidak mengumumkan jadwal untuk pelaksanaan operasi, dan juga tidak memberikan waktu konfirmasi untuk misi end-to-end di masa depan.

Minat militer AS terhadap pengiriman barang dengan roket adalah untuk melengkapi transportasi militer tradisional, bukan sekadar menggantikannya. AFRL percaya bahwa potensi keuntungan dari pengiriman puluhan ton barang dalam satu peluncuran dapat memungkinkan pengiriman ke lokasi yang kekurangan infrastruktur landasan pacu atau jalan yang memadai. Kemampuan ini dapat mendukung operasi militer di lingkungan yang kontroversial, di mana jalur transportasi udara dan pasokan darat mungkin menghadapi ancaman atau kendala logistik. Aplikasi potensial lainnya termasuk misi pengintaian, operasi penyelamatan, bantuan bencana, serta respons terhadap ancaman kimia, biologi, radioaktif, dan nuklir. Namun, konsep ini masih dalam tahap eksperimen.

Aplikasi Potensial Pengiriman Barang dengan Roket

Biaya peluncuran, penanganan barang, lokasi pendaratan, masuk kembali yang aman, serta kemampuan untuk secara andal mengirimkan barang dalam skala besar adalah tantangan praktis yang harus diatasi oleh sistem operasi mana pun. AFRL bekerja sama dengan beberapa perusahaan, termasuk SpaceX, Blue Origin, Rocket Lab, Sierra Space, Anduril, Inversion Space, dan Outpost Space, untuk mengevaluasi kendaraan peluncuran dan teknologi masuk kembali. Pengujian terbaru adalah langkah lebih lanjut untuk menentukan apakah transportasi ruang angkasa komersial dapat menjadi alat logistik militer yang praktis.

Saat ini, fokus masih pada pengumpulan data dan pengurangan risiko teknologi, sebelum pengiriman barang berbasis roket dapat beralih dari demonstrasi eksperimental ke operasi reguler.

Eksperimen dan Tantangan Teknologi Pengiriman Barang dengan Roket

U.S. Air Force melakukan pengujian pengiriman barang dengan roket untuk mengeksplorasi kemungkinan pengiriman cepat, terutama dalam operasi militer di daerah terpencil atau terbatas. Pengembangan teknologi ini tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi pengiriman, tetapi juga memberikan dukungan segera dalam situasi krisis. Meskipun saat ini masih dalam tahap eksperimen, penelitian AFRL menunjukkan bahwa pengiriman barang dengan roket memiliki potensi untuk menjadi bagian penting dari logistik militer di masa depan. Namun, biaya peluncuran dan risiko teknologi masih perlu diatasi, yang akan menentukan kelayakannya dalam aplikasi praktis.

H
Tentang penulis
Henderson