- China memulai pembangunan jaringan satelit 3D yang menghubungkan Bumi dengan Bulan.
- Proyek ini akan meluncurkan 30 satelit kubus ke orbit elips dalam waktu empat tahun.
- Proyek ini melibatkan kerja sama dari lima negara, termasuk Mesir dan Indonesia.
- Tugas ganda akan mendukung rencana eksplorasi bulan berawak China.
China telah memulai sebuah proyek internasional yang bertujuan untuk membangun jaringan satelit 3D yang menghubungkan Bumi dengan Bulan. Jaringan ini dirancang untuk melacak aktivitas matahari dan mempelajari beberapa fenomena ledakan paling kuat di alam semesta. Proyek ini menyatukan mitra dari setidaknya lima negara, dengan Deep Space Exploration Laboratory yang akan memimpin pekerjaan ini. Mereka berencana untuk meluncurkan 30 satelit kubus (CubeSats) seukuran ransel ke orbit elips tinggi di sekitar Bumi dalam empat tahun ke depan. Laboratorium tersebut menyatakan bahwa konstelasi ini akan mengisi kesenjangan pengamatan sistem ruang antara Bulan dan Bumi secara global.
Wilayah luas ini membentang dari orbit bumi rendah hingga sekitar 1,2 juta mil (2 juta kilometer) jauhnya.
Kerja Sama Internasional dan Keunggulan Pengamatan
Negara-negara yang berpartisipasi dalam proyek ini termasuk Mesir, Indonesia, Senegal, Serbia, dan Thailand. Para ilmuwan telah lama mengandalkan wahana antariksa individu untuk mempelajari wilayah luas ini, metode yang membuat banyak area efektif tidak terjelajahi karena satu wahana hanya dapat melakukan pengamatan dari satu posisi. Dengan puluhan satelit yang mengamati secara bersamaan dari lokasi yang berbeda, peneliti dapat melacak partikel berenergi tinggi dan gangguan magnetik dari matahari. Gangguan ini melewati wilayah tersebut, mengungkapkan bagaimana cuaca antariksa berkembang seiring waktu. Laboratorium menggambarkan ruang antara Bulan dan Bumi sebagai perbatasan baru bagi aktivitas manusia dan menyatakan bahwa wilayah ini sangat penting untuk misi berawak ke Bulan di masa depan serta pembangunan pangkalan bulan.
Program Eksplorasi Sumber Daya Bulan
Menurut pengumuman tersebut, sekelompok satelit kubus lainnya akan diluncurkan ke orbit bulan, khusus untuk mencari sumber daya di Bulan. Detail lebih lanjut tentang misi ini belum diumumkan. Satu konstelasi bertanggung jawab untuk memantau ruang antara Bumi dan Bulan, sementara yang lain langsung mempelajari Bulan. Pendekatan ganda ini mencerminkan ambisi China untuk memajukan hubungan antara Bulan dan Bumi. Kedua proyek ini bertujuan untuk mendukung rencana jangka panjang negara tersebut, termasuk eksplorasi bulan berawak dan pembangunan infrastruktur bulan permanen.
Strategi Baru Eksplorasi Bulan China
Proyek jaringan satelit 3D China menandai kemajuan signifikan dalam bidang eksplorasi luar angkasa, terutama dalam kemampuan pengamatan antara Bulan dan Bumi. Rencana ini tidak hanya dapat meningkatkan pemahaman tentang cuaca antariksa, tetapi juga memberikan dukungan yang diperlukan untuk misi berawak ke Bulan di masa depan. Dengan kemajuan kerja sama antarnegara, peran China dalam kerja sama luar angkasa internasional menjadi semakin penting, yang akan mendorong penelitian ilmiah dan inovasi teknologi, serta berpotensi mengubah lanskap eksplorasi luar angkasa global.

