- L3Harris dan Skydio mengintegrasikan drone dengan teknologi radio taktis.
- Drone X10D dapat memberikan sudut pandang udara, mengurangi risiko bagi personel.
- Sistem integrasi bertujuan untuk mengurangi kerentanan terhadap gangguan elektronik.
- Teknologi Wraith Shield dapat mendeteksi dan menetralkan drone musuh.
L3Harris Technologies dan Skydio sedang mengintegrasikan drone militer dengan teknologi radio taktis untuk membantu pasukan AS mempertahankan komunikasi di bawah ancaman perang elektronik. Kerja sama ini akan menggabungkan drone X10D dari Skydio dengan radio L3Harris dan bentuk gelombang yang dirancang khusus, bertujuan untuk melindungi rantai komando dalam lingkungan yang menantang. Integrasi ini membantu pasukan AS dalam mengoperasikan sistem pesawat tanpa awak (UAS) saat pihak musuh berusaha mengganggu komunikasi di medan perang. Selain itu, sistem ini juga akan menghubungkan operasi drone dengan jaringan radio taktis yang telah diterapkan di pasukan AS dan sekutunya.
Kemampuan Perang Elektronik Drone
X10D adalah drone kompak yang dirancang untuk pengintaian militer, memungkinkan pasukan untuk mendapatkan sudut pandang udara terhadap potensi ancaman tanpa mengekspos personel pada risiko yang sama. Drone ini mengintegrasikan radio embedded Falcon IV dari L3Harris dan gelombang Wraith, memberikan perlindungan gangguan berlapis dan menambah kemampuan perang elektronik pada pesawat tersebut. Integrasi radio memungkinkan drone untuk mengakses teknologi komunikasi yang dirancang khusus untuk operasi militer. Ketika pasukan bergantung pada sensor udara untuk mengumpulkan informasi di luar lokasi mereka saat ini, pentingnya menjaga rantai komando dan kontrol menjadi sangat jelas.
Gangguan elektronik dapat merusak koneksi antara operator dan pesawat tanpa awak, kehilangan koneksi tersebut dapat membuat kontrol penerbangan menjadi rumit dan membatasi pengiriman informasi berguna di medan perang.
L3Harris dan Skydio bertujuan untuk mengurangi kerentanan ini melalui sistem integrasi mereka. Konfigurasi ini dirancang untuk membantu personel tempur terus menerbangkan drone dan melakukan komunikasi dalam lingkungan yang mengancam fungsi-fungsi ini akibat perang elektronik. Selain itu, kerja sama ini juga bergantung pada banyak perangkat komunikasi militer yang sudah ada. Menurut data L3Harris, ada lebih dari 150,000 radio taktis di stok AS dan sekutunya yang dapat mendukung gelombang Wraith. Kompatibilitas ini membantu pasukan pertahanan mengintegrasikan kemampuan tersebut ke dalam jaringan komunikasi yang sudah ada, dan menyediakan cara untuk menghubungkan pesawat terbang otonom dengan peralatan militer yang telah diterapkan.
Lapisan Perlindungan Teknologi Integrasi
Perusahaan-perusahaan ini juga mengintegrasikan Wraith Shield, sebuah teknologi gelombang yang dirancang untuk memindai spektrum radio dan mengidentifikasi ancaman. Teknologi ini mampu mendeteksi dan menetralkan drone musuh, menambah lapisan perlindungan pada kemampuan perang elektronik yang terintegrasi. Fitur-fitur ini membuat kerja sama ini tidak hanya terbatas pada menjaga koneksi antara drone dan operator, tetapi juga menangani lingkungan elektromagnetik di mana pesawat militer dan sistem komunikasi harus beroperasi. Kerja sama ini bergantung pada arsitektur sistem terbuka, memungkinkan berbagai teknologi untuk beroperasi secara kolaboratif. Desain semacam ini dapat membantu militer mengintegrasikan perangkat baru tanpa harus membangun kembali seluruh infrastruktur komunikasi.
Presiden Divisi Komunikasi Misi Kritis L3Harris, Faisal Munir, menyatakan bahwa kerja sama ini menggabungkan teknologi yang saling melengkapi dengan jaringan yang kuat. Ia menambahkan bahwa integrasi ini dapat membantu personel tempur dalam berkomunikasi dan mengoperasikan pesawat tanpa awak di lingkungan yang dibatasi oleh perang elektronik. Pendekatan ini mencerminkan tantangan rekayasa yang semakin meningkat yang dihadapi oleh angkatan bersenjata modern. Pesawat terbang otonom memerlukan koneksi yang dapat diandalkan untuk memberikan informasi dan mendukung operasi, tetapi pihak musuh dapat menargetkan koneksi tersebut melalui gangguan elektronik. Mengintegrasikan drone dengan radio taktis yang sudah ada memberikan solusi.
Keberhasilan pendekatan ini akan bergantung pada kinerja sistem dalam kondisi operasional dan menghadapi ancaman perang elektronik yang terus berkembang.
Interaksi Drone dan Radio Taktis
Kerja sama ini menunjukkan keterkaitan erat antara drone dan teknologi komunikasi dalam operasi militer modern. Dengan meningkatnya ancaman perang elektronik, memastikan koneksi yang stabil antara drone dan operator menjadi sangat penting. Melalui integrasi teknologi radio L3Harris, drone tidak hanya dapat mengumpulkan intelijen, tetapi juga mempertahankan komunikasi yang efektif dalam lingkungan elektromagnetik yang kompleks. Perkembangan teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasi, tetapi juga memberikan fleksibilitas dan keamanan yang lebih besar untuk tindakan militer di masa depan.

