China Memperkuat Kekuatan Artileri di Selat Taiwan dengan Meng-deploy Howitzer Berjalan 155mm Baru

·oleh Henderson
China Memperkuat Kekuatan Artileri di Selat Taiwan dengan Meng-deploy Howitzer Berjalan 155mm Baru
Poin Utama
  • China meng-deploy lebih banyak howitzer berjalan PLZ-05 kaliber 155mm di Selat Taiwan untuk menggantikan peralatan lama.
  • Penggelaran ini membuat meriam kaliber 122mm milik Grup ke-71 Angkatan Darat secara bertahap dipensiunkan.
  • Howitzer berjalan PLZ-05 pertama kali dialokasikan ke tingkat brigade, secara signifikan meningkatkan efektivitas tempur unit tersebut.
  • Beijing menyesuaikan desain artileri sesuai kebutuhan medan yang berbeda di berbagai wilayah militer.

China telah meningkatkan kekuatan artileri di sepanjang Selat Taiwan dengan meng-deploy lebih banyak howitzer berjalan PLZ-05 kaliber 155mm untuk menggantikan peralatan yang lebih lama. CCTV, stasiun televisi nasional, melaporkan pada hari Minggu bahwa sebuah brigade gabungan di bawah komando Angkatan Darat Pembebasan Rakyat Grup ke-71 telah menerima pengiriman sejumlah howitzer tersebut dalam dua bulan terakhir. Penggelaran ini membuat meriam kaliber 122mm milik brigade tersebut secara bertahap dipensiunkan, yang merupakan sistem yang lebih tua dan kurang mampu. Setelah penggelaran, brigade tersebut melakukan uji tembak langsung pertama dengan meriam baru tersebut. Grup ke-71 Angkatan Darat merupakan bagian dari Wilayah Militer Timur, yang bertanggung jawab atas operasi militer yang menghadapi Taiwan, Laut Timur China, dan Jepang.

Penggelaran Meriam dan Peningkatan Efektivitas Tempur

Penggelaran ini menandai pertama kalinya howitzer berjalan PLZ-05 secara khusus dialokasikan ke tingkat brigade. Sistem ini awalnya digunakan pada tingkat grup angkatan darat, sebagai senjata penekan jarak jauh, bukan sebagai peralatan yang terintegrasi langsung dalam struktur brigade. Penurunan tingkat sistem ini ke tingkat brigade menunjukkan perubahan struktural dalam organisasi aset artileri berat oleh Angkatan Darat Pembebasan Rakyat. Pejabat brigade Sun Xiaolong menyatakan bahwa penerimaan pertama kali howitzer berjalan 155mm secara signifikan meningkatkan efektivitas tempur keseluruhan unit tersebut. Pernyataan ini menyiratkan bahwa perpindahan PLZ-05 ke tingkat brigade mencerminkan upaya yang disengaja untuk mengintegrasikan kekuatan artileri lebih langsung ke dalam unit tempur garis depan.

Penyesuaian Desain Meriam Sesuai Medan

Meriam-meriam ini tiba dengan kamuflase gurun berwarna coklat. Kendaraan beroda rantai ini tampaknya dipindahkan dari Wilayah Militer Barat, bukan peralatan baru yang dibangun khusus untuk Grup ke-71 Angkatan Darat. Sebagai gantinya, Wilayah Militer Barat menerima howitzer berjalan PCL-181 155mm yang lebih ringan dengan roda. Desain ini lebih cocok untuk medan dataran tinggi dan pegunungan yang biasanya dihadapi oleh komando tersebut. Pertukaran ini menunjukkan bahwa Beijing dengan sengaja mencocokkan desain meriam yang berbeda sesuai dengan kebutuhan medan dan operasi spesifik yang dihadapi oleh komando wilayah militer yang berbeda. Pendekatan ini berbeda dengan praktik mendistribusikan peralatan yang sama secara merata di antara unit-unit Angkatan Darat Pembebasan Rakyat di berbagai wilayah.

Arti Penting Penggelaran Kekuatan Api Angkatan Darat Pembebasan Rakyat

Upaya Angkatan Darat Pembebasan Rakyat untuk meningkatkan kekuatan api di Selat Taiwan menunjukkan pentingnya yang mereka tempatkan pada kemampuan tempur garis depan. Meng-deploy howitzer berjalan PLZ-05 ke tingkat brigade berarti militer China ingin meningkatkan kemampuan reaksi cepat dan efektivitas tempur keseluruhan unit tersebut. Selain itu, menyesuaikan desain meriam sesuai dengan kebutuhan medan yang berbeda di berbagai wilayah militer menunjukkan fleksibilitas dan ketepatan dalam alokasi sumber daya kekuatan api oleh Angkatan Darat Pembebasan Rakyat, yang akan memiliki dampak penting pada operasi militer di masa depan.

H
Tentang penulis
Henderson