Chief Executive Officer NVIDIA Huang Renxun baru-baru ini pada forum yang diselenggarakan DBS Bank menyatakan bahwa model kecerdasan buatan China termasuk DeepSeek, Kimi dan GLM sudah cukup unggul performanya. Ia menegaskan dirinya pendukung teguh open source, dan menganggap itu cara terbaik mendorong peningkatan efisiensi. Ia menambahkan, pasar akan menentukan model mana yang paling cocok untuk skenario aplikasi yang berbeda.
Huang Renxun memprediksi komputasi kuantum akan jadi mainstream dalam tiga hingga lima tahun ke depan
Huang Renxun juga menyebutkan, komputasi kuantum berpotensi memasuki aplikasi mainstream dalam tiga hingga lima tahun ke depan, sedangkan perangkat lunak akan memainkan peran penting dalam mendorong pemanfaatan infrastruktur terkait yang efisien. Patut dicatat, ini bukan pertama kalinya Huang Renxun mengeluarkan pernyataan semacam ini. Bulan Juli tahun ini, saat diwawancarai Axios ia membahas perkembangan AI China, menyatakan model AI open source China sangat unggul, AS tidak seharusnya takut pada model AI open source China, melainkan seharusnya khawatir pada suara-suara yang menuntut pelarangan model-model tersebut.
Liputan menilai Huang Renxun membantah anggapan bahwa kompetisi AI adalah perlombaan yang memiliki garis finish. Ia menyatakan, kita akan selamanya menggunakan AI, di bidang ini AS akan ada dalam jangka panjang, China juga akan ada dalam jangka panjang. Pernyataan Huang Renxun ini tepat bertemu dengan rilis model generasi baru Kimi K3 oleh perusahaan China yang setelah DeepSeek sekali lagi mengguncang pasar global.
Menurut Huang Renxun, pasar pernah salah mengartikan dampak DeepSeek, dan kali ini Wall Street lagi salah mengartikan dampak Kimi. Ia percaya, model yang lebih murah dan lebih terbuka akan membuat lebih banyak orang dan perusahaan mendapat manfaat AI, dengan demikian meningkatkan permintaan terhadap chip, pusat data dan daya komput NVIDIA. Ia menegaskan, AI yang bebas seharusnya membawa manfaat signifikan bagi hardware, chip maupun pusat data.

