- Covenant meluncurkan Anthem untuk mengatasi tantangan permintaan rudal militer AS.
- Anthem telah menjalani lebih dari 200 uji terbang, mencakup elemen utama desain senjata.
- Covenant membuka fasilitas baru di Texas dan Jerman untuk mendukung produksi skala besar.
- Perusahaan tersebut menerima pesanan sekitar $150 juta untuk mempercepat pengujian dan kualifikasi.
Covenant secara resmi meluncurkan Anthem, sebuah senjata jarak jauh yang dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh militer Amerika Serikat: memproduksi cukup rudal selama konflik berkepanjangan. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa Anthem menggabungkan muatan berat, jangkauan jarak jauh, dan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan senjata tradisional. Covenant juga mengungkapkan telah menyelesaikan pendanaan lebih dari $250 juta, yang berasal dari lembaga-lembaga seperti Andreessen Horowitz, Founders Fund, Lux, 8VC, Aleph, dan Lightspeed.
Anthem dirancang untuk produksi skala besar, dan perusahaan pertahanan rintisan yang berbasis di Dallas ini telah melakukan lebih dari 200 uji terbang terhadap Anthem. Pengujian dimulai dengan penerbangan perdana pada Agustus 2025 dan mencakup latihan bersama Angkatan Darat AS di dalam dan luar negeri. Penerbangan-penerbangan ini memungkinkan para insinyur untuk menguji sistem dalam berbagai misi, dan Covenant menyatakan bahwa pengujian tersebut mencakup elemen-elemen utama desain senjata. Michael Kaufman, salah satu pendiri dan CEO Covenant, menyatakan bahwa lawan dapat menempatkan ribuan target keras di luar jangkauan serangan saat ini.
Anthem dirancang untuk memberikan kemampuan kepada militer AS untuk mengancam target-target tersebut sebagai tanggapan terhadap operasi berkelanjutan.
Rencanakan Produksi dan Ekspansi Anthem
Kaufman menyatakan, "Jika stok kami menipis, maka kekuatan deterensi kami juga akan berkurang." Jangkauan Anthem belum diumumkan, meskipun laporan yang belum dikonfirmasi memperkirakan jangkauannya sekitar 750 mil. Menurut Reuters, kemampuan muatan senjata ini melebihi 441 pon. Untuk senjata jarak jauh baru, rencana produksinya sangat agresif. Covenant baru-baru ini membuka fasilitas seluas 105.000 kaki persegi di Dallas, Texas, yang diharapkan mulai berproduksi secara massal pada triwulan pertama tahun 2027, dengan produksi tahunan akhir mencapai sekitar 5.000 unit.
Covenant juga memperluas jejaknya di luar negeri. Sebuah fasilitas seluas 110.000 kaki persegi telah dibuka di Sachsen, Jerman, untuk mendukung produksi melalui rantai pasokan Eropa. Fasilitas lain seluas 32.000 kaki persegi di utara Israel juga sedang beroperasi. Desain Anthem melampaui rudal itu sendiri, dengan Covenant mengembangkan perangkat lunak perencanaan misi dan kendali komando sendiri untuk mengkoordinasikan peluncuran. Senjata ini juga sangat bergantung pada komponen komersial yang tersedia. Perjanjian strategis mencakup komponen kunci lainnya, sementara rantai pasokan sekutu menyediakan kapasitas produksi tambahan.
Pendekatan ini membantu Covenant menghindari beberapa hambatan yang terkait dengan produksi pertahanan khusus dan memberikan jalan bagi perusahaan untuk meningkatkan produksi selama permintaan perang.
Perubahan dalam Pengadaan Pertahanan
Strategi manufaktur ini mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam pengadaan pertahanan. Pejabat AS semakin mendorong kontraktor untuk menyediakan senjata yang terjangkau dan mengirimkannya dalam jumlah yang lebih besar. Mantan Wakil Menteri Pertahanan Kathleen Hicks menyatakan bahwa Anthem mengikuti prinsip-prinsip yang terkait dengan program Replicator Pentagon. Program ini mendorong Departemen Pertahanan untuk bergerak menuju sistem yang terjangkau dan mampu diproduksi secara massal.
Covenant telah menerima pesanan sekitar $150 juta, termasuk kontrak untuk penelitian, pengembangan, pekerjaan kualifikasi, dan produksi. Angkatan Darat AS telah memasukkan perusahaan tersebut ke dalam "Perjanjian Transaksi Lain" (Other Transaction Agreement) untuk mempercepat pengujian dan kualifikasi. Kantor Kemampuan Cepat Angkatan Laut juga telah menandatangani kontrak dengan Covenant untuk mengembangkan versi maritim, dengan nilai proyek sekitar $70 juta, termasuk pembagian biaya dan modifikasi, yang bertujuan untuk menyederhanakan ekspor ke sekutu dan mitra AS di masa depan.
Covenant menyatakan bahwa penghargaan kontrak tambahan mungkin akan datang sebelum akhir tahun 2026.
Perusahaan ini saat ini berencana untuk memperluas staf teknik, manufaktur, dan operasinya di Texas untuk mendukung peningkatan skala produksi secara penuh. Strategi ini memberikan beberapa jalur bagi Covenant untuk membawa Anthem melampaui pangkalan produksi awalnya di Amerika. Saat senjata ini memasuki tahap kualifikasi dan produksi massal, fasilitas luar negeri juga dapat mendukung kebutuhan sekutu.
Dampak Anthem terhadap Kemampuan Militer AS
Sistem senjata Anthem dari Covenant mencerminkan perubahan kebutuhan militer AS saat ini, terutama dalam kemampuan produksi rudal selama konflik berkepanjangan. Dengan perubahan situasi keamanan global, permintaan akan senjata jarak jauh semakin meningkat, dan strategi Covenant tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi produksi tetapi juga dapat dengan cepat menanggapi kebutuhan perang. Selain itu, dengan memanfaatkan komponen komersial yang tersedia, Covenant mengurangi hambatan produksi, yang memiliki implikasi penting bagi model pengadaan pertahanan di masa depan, menunjukkan pentingnya sistem senjata yang terjangkau.

